Rabu, 09 Oktober 2013

Program Company Social Responsbility Pada PT.Bio Farma


PT Bio Farma (Persero) adalah BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang sahamnya dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah. Bio Farma merupakan satu-satunya produsen vaksin dan anti sera bagi manusia yang berkualitas internasional di Indonesia. Produksi vaksin dan anti sera ini diproduksi untuk turut serta mendukung program imunisasi nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia dengan kualitas derajat kesehatan yang lebih baik. Perusahaan ini berdiri dengan nama “Parc Vaccinogene” pada tanggal 6 agustus 1890 berdasarkan surat keputusan Gubernur Hindia Belanda Nomor 14 tahun 1890 yang kemudian diumumkan dalam lembaran Negara nomor 163 tahun 1890. Perusahaan ini pada awalnya, menempati sebuah paviliun di Rumah Sakit Militer Weltevreden, Batavia yang saat ini telah berubah fungsi menjadi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD Gatot Soebroto), Jakarta.

Dalam menjalankan bisnisnya, PT Bio Farma (Persero) tidak hanya terfokus pada masalah kesehatan global. Tapi, perusahaan ini juga tetap konsisten akan tanggung jawabnya untuk lebih peduli kepada masyarakat maupun lingkungan sekitar perusahaan. Corporate Secretary PT Bio Farma M. Rahman Rustan mengatakan berdasarkan pertimbangan core business PT Bio Farma (Persero), sasaran program Millennium Development Goals (MDGs), serta sasaran pembangunan jangka panjang nasional dan daerah. Maka program corporate social responsibility (CSR) Bio Farma terdiri dari empat pilar prioritas. “Ada empat pilar prioritas CSR atau empat kegiatan utama yang dijalankan Bio Farma. Yaitu kesehatan, pendidikan, lingkungan dan ekonomi.

1.     Kesehatan
dengan melakukan penyuluhan kesehatan, vaksinasi, pembuatan posyandu, mobil sehat, dan lainnya.
2.     Pendidikan
dengan melaksanakan pembangunan infrastruktur sekolah, pemberian bea siswa mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Perguruan Tinggi (PT).
3.     Lingkungan
dengan melakukan pembuatan lubang biopori (800), penanaman pohon perjuni 2012 sebanyak 31.100 pohon. “Juga, instalasi air bersih dan pelestrian sumber mata air di Sukabumi, pembangunan MCK, konservasi air dengan program 4R bisa melakukan pengehematan sebesar 38 persen program efisiensi energi (mereduksi 1700 metrik ton CO2), dan lainnya.
4.     Ekonomi
Dengan melaksanakan pemberdayaan masyarakat kecil/UKM melalui program kemitraan, dengan tujuan kemandirian ekonomi rakyat kecil. Agar dapat meningkatkan penghasilannya supaya lebih baik.

Program CSR yang berkelanjutan (program jangka panjang) dari tahun sebelumnya, menjadi prioritas yang tetap dan akan dilakukan. Seperti program pemuliaan Biodiversity Ikan Koi Sukabumi, dan program desa binaan di Pangumbahan Sukabumi. Dengan anggaran yang bersumber dari laba perusahan sebesar 5 persen. Sementara itu, Kepala Bagian Public Relation Bio Farma, N. Nurlaela menjelaskan, untuk tahun depan pihaknya akan memfokuskan pada program desa binaan di daerah Garut melalui Pemuliaan Domba Garut, dimana empat pilar kegiatan akan dilakukan secara sinergi, terintegrasi dan berkesinambungan.

“Tentu ini membuktikan komitmen Bio Farma terhadap pelestarian lingkungan dan berhasil mempertahankan predikat green office”.


Minggu, 30 Juni 2013

Pengertian Surat, Bahasa, dan Jenis Surat


 Pengertian Surat

     Surat adalah suatu sarana untuk menyampaikan pernyataan-pernyataan atau informasi secara tertulis dari pihak yang satu kepada pihak yang lain, baik atas nama sendiri, maupun atas nama jabatannya dalam sebuah organisasi, instansi ataupun perusahaan. Informasi-informasi ini dapat beberapa permintaan, laporan, pemikiran, saran-saran dan sebagainya.

Pengertian Surat Menyurat

     Surat menyurat adalah suatu kegiatan untuk mengadakan hubungan secara terus menerus antara pihak yang satu kepada pihak yang lainnya. Dan dilaksanakan dengan saling berkiriman surat. Kegiatan surat menyurat ini disebut juga dengan istilah lainnya yaitu korespondensi. Jika hanya sepihak saja yang mengirimkan surat secara terus menerus tanpa ada balasan atau tanggapan dari pihak lainnya hal ini tidak dapat dinamakan kegiatan surat menyurat. Setiap kerja perorangan apalagi organisasi selalu membutuhkan kerja sama dengan pihak lain untuk mencapai tujuannya. 

Mengenal Bahasa Surat

Pada hakekatnya surat itu adalah suatu karangan yang berupa perumusan dalam bentuk tertulis tentang pernyataan, pemikiran, permintaan, atau hal-hal yang ingin disampaikan kepada pihak penerima surat. Karena surat sebagai karangan, maka suratpun harus memenuhi berbagai ketentuan mengenai penyusunan karangan ataupun komposisi seperti tema, tata bahasa, kalimat, alinea, gaya bahasa dan penggunaan tanda baca. Sebagai karangan surat dapat disusun secara : 
  1. Deduktif yaitu dimana penulis terlebih dulu melaporkan pokok permasalahannya, kemudian baru dikemukakan penjelasannya atau alasan-alasannya.
  2. Induktif adalah penyusunan kalimat-kalimat dimana terlebih dulu dikemukakan alasan-alasannya, baru kemudian melaporkan pokok-pokok masalahnya.  
Jenis-jenis Surat
     1.      Berdasarkan Sifat Surat
Berdasarkan sifatnya surat dapat digolongkan menjadi lima jenis yaitu :
a.        Surat Pribadi
Surat pribadi adalah surat-surat yang bersifat kekeluargaan, surat-surat yang berisi masalah keluarga, baik tentang kesehatan, keuangan keluarga dan sebagainya.

b.
      Surat Dinas Pribadi
Surat dinas pribadi disebut juga surat setengah resmi adalah surat-surat yang dikirimkan dari seseorang atau pribadi kepada instansi-instansi, perusahaan-perusahaan, ataupun jawatan-jawatan.

c.
       Surat Dinas Swasta
Surat dinas swasta disebut juga surat resmi adalah surat-surat yang dibuat oleh instansi-instansi swasta, yang dikirimkan untuk para karyawannya ataupun untuk para relasinya atau langganannya atau instansi –instansi lain yang terkait.

d.
      Surat Niaga
Surat niaga adalah surat yang berisi, soal-soal perdagangan yang dibuat oleh perusahaan yang dikirimkan kepada para langganannya.

e.
       Surat Dinas Pemerintah
Surat dinas pemerintah adalah surat-surat yang berisi yang masalah-masalah administrasi pemerintah yang dibuat oleh instansi pemerintah.

2.      Berdasarkan Wujud Surat
Penggolongan surat berdasarkan wujudnya dapat dibagi kedalam tujuh jenis, yaitu :

a.     Surat Yang menggunakan Kartu Pos
Kartu pos adalah blanko yang dikeluarkan oleh Perum Postel atau instansi lain yang telah diberi izin Perum Postel untuk mencetaknya asal sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan Perum Postel.

b.
      Warkat Pos
Warkat pos adalah sehelai kertas yang telah dicetak dengan memakai lambaga dan petunjuk penulisan berita, yang dikeluarkan oleh perum postel atau instansi lain yang telah diberi izin.

c.
       Surat Bersampul
Surat bersampul adalah surat-surat yang isinya atau beritanya ditulis pada kertas lain, kemudian kertas surat tersebut dimasukkan kedalam sampul atau amplop.

d.
      Surat Terbuka dan Surat Tertutup
Surat terbuka adalah surat-surat yang isinya dapat dibaca oleh umum misalnya, surat dari pembaca kepada pembaca atau surat yang dikirimkan oleh pembaca untuk pemerintah, instansi lain, melalui redaksi surat kabar, majalah, tabloid, dan sebagainya.

e.
       Memorandum dan Nota
Memorandum adalah salah satu alat komunikasi berupa surat-surat dilingkungan dinas yang penyampaiannya tidak resmi dan digunakan secara intern (didalam lingkungan sendiri baik perusahaan ,instansi lainnya). Nota adalah merupakan alat komunikasi kedinasan antara pejabat dari suatu unit organisasi yang digunakan secara intern dalam lingkungan sendiri, tetapi bersifat resmi.

f.
       Telegram
Telegram adalah suatu alat komunikasi dengan cara menyampaikan berita-berita melalui radio atau pesawat telegram mengenai sesuatu hal yang perlu segera mendapat penyelesaian dengan cepat. Isi telegram berupa tulisan-tulisan singkat yang dikirimkan dari jarak jauh.

g.
      Surat Biasa
Surat biasa adalah surat-surat yang isinya tidak mengandung rahasia walaupun terbaca oleh orang lain, seperti surat undangan pernikahan atau khitanan, surat pertemuan para siswa untuk rekreasi dan sebagainya.

3.
      Berdasarkan Keamanan Isinya
Berdasarkan keamanan isinya, surat dapat digolongkan menjadi tiga jenis yaitu :

       a.      Surat Sangat Rahasia   
   adalah surat-surat yang digunakan untuk surat-surat yang berhubungan dengan keamanan Negara atau surat-surat yang berupa Dokumen Negara, sehingga bila surat ini jatuh ketangan yang tidak berhak maka akan membahayakan masyarakat atau Bangsa dan Negara.

b.
      Surat Rahasia
Adalah surat-surat yang isinya harus dirahasiakan, tidak boleh dibaca oleh orang lain, karena bila jatuh ketangan orang yang tidak berhak, akan merugikan perusahaan atau instansi tersebut.

c.
       Surat konfidensial
Adalah surat-surat yang termasuk surat rahasia juga, karena isinya tidak boleh diketahui orang lain cukup hanya diketahui oleh pejabat yang bersangkutan, karena kalau jatuh kepada orang yang tidak berhak akan mencemarkan nama baik orang tersebut. Contohnya surat laporan tentang karyawan yang korupsi.

4.
      Berdasarkan Proses Penyelesaiannya
   Surat berdasarkan proses penyelesaiannya dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu:

      a.      Surat Sangat Segera atau Surat Kilat
    Surat yang harus dikirimkan dengan sangat segera atau kilat adalah surat yang harus ditangani secepat mungkin pada kesempatan yang pertama karena surat ini harus segera dikirimkan secepatnya karena penerima harus cepat menanggapi dan menyelesaikannya.

b.
      Surat Segera
Adalah surat yang secepatnya diselesaikan tetapi tidak perlu pada kesempatan yang pertama dan segera dikirimkan supaya mendapat tanggapan dan penyelesainya dari pihak penerima.

c.
       Surat Biasa
Adalah surat-surat yang tidak perlu tergesa-gesa untuk penyelesaian karena tidak perlu mendapat tanggapan yang secepatnya dari penerima.

5.
      Berdasarkan Dinas Pos
Surat berdasarkan pos dapat digolongkan menjadi :
     a.       Surat Biasa
Adalah surat yang menurut penggolongan dinas pos, surat yang dibuat oleh seseorang yang isinya atau sifatnya biasa atau tidak begitu penting, karena pada umumnya surat ini tidak perlu mendapat tanggapan yang secepatnya dari penerima, dengan demikian surat-surat ini penyampaiannya kepada tujuan atau penerima waktunya tidak dipastikan, tetapi biaya yang dikenakan dinas pos, prangkonya cukup murah.

b.
      Surat Kilat
Adalah surat-surat yang secepatnya ditangani supaya mendapat tanggapan dan penyelesaian yang secepatnya pula dari penerima. Oleh karena itu surat kilat cara penyampaiannya, ongkos pengirimannya atau prangkonya lebih mahal dari surat biasa.

c   c.    Surat Kilat Khusus
h   adalah surat-surat yang dibuat seseorang yang isinya sangat penting dan harus segera ditangani supaya mendapat tanggapan dan penyelesaian yang secepatnya dari penerima
v   
    d.     Surat tercatat
Adalah surat yang dibuat oleh seseorang yang isinya sangat penting, sehingga harus segera ditangani dan diselesaikan secepatnya supaya surat tersebut mendapat tanggapan dan penyelesaian secepatnya pula dari pihak penerima, surat inipun hampir sama dengan kilat khusus, cara penyampaiannya oleh dinas pos sangat diutamakan ongkosnya atau prangkonya mahal.

 Contoh CV

CV (Curriculum Vitae)

Nama                          : Widya Puspita Sri
Jenis kelamin             : Perempuan
Tempat & Tgl Lahir    : Depok, 06 Juni 1993
Kewarganegaraa       : Indonesia
Status perkawinan     :  Belum Menikah
Agama                        : Islam
Alamat                         : Jl. Maliki 4 Depok Timur RT/RW : 03/02
HP                                : 0821xxxxxxxx
E-mail                          : WidyaPuspitaa@yahoo.com

   A.    Pendidikan Formal
1997 – 1998 : TK. Tut Wuri Handayani , Depok
1998 – 2004 : SDN Mekarjaya 17, Depok
2004 – 2007 : Tsanawiyah Al-Kautsar, Depok
2007 – 2010 : SMK Yapemri, Depok  

   B.     Kemampuan
1. Kemampuan Komputer (MS Word, MS Excel, MS Power Point, MS Access, MS Outlook).
2. Kemampuan Internet.

   C.     Pengalaman Kerja
Praktek Kerja Lapangan di Kantor Pos Indonesia Indonesia Depok
Bekerja di PT. Astra

   D.    Uraian singkat pekerjaan  
Melakukan surat-menyurat bisnis dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris (via internet maupun non internet).
Menerbitkan dan menerima faktur dari pemasok.

Depok, …………………………………2013 



        Widya Puspita Sari


              http://juprimalino.blogspot.com/2012/04/pengertian-definisi-surat-fungsi-jenis.html

Kamis, 30 Mei 2013

LAPORAN


Pengertian  Laporan 

     Pengertian laporan adalah bentuk penyajian fakta tentang suatu keadaan atau suatu kegiatan, pada dasarnya fakta yang disajikan itu berkenaan dengan tanggung jawab yang ditugaskan kepada si pelapor. Fakta yang disajikan merupakan bahan atau keterangan berdasarkan keadaan objektif yang dialami sendiri oleh si pelapor (dilihat, didengar, atau dirasakan sendiri) ketika si pelapor melakukan suatu kegiatan.

Perbedaan Laporan Formal dan Informal

A. Laporan Formal

Laporan formal terdiri dari:
1. Bagian Pendahuluan
Bagian pendahuluan terdiri dari:
  • Halaman judul: judul, maksud dan tujuan penulisan identitas penulis, instansi asal, kota penyusunan, tahun.
  •  Halaman pengesahan (jika perlu)
  •  Halaman motto/ semboyan (jika perlu)
  • Halaman persembahan (jika perlu)
  • Kata pengantar
  • Daftar isi
  • Daftar tabel (jika ada)
  • Daftar gambar (jika ada)
  •  Daftar grafik (jika ada)
  • Abstrak (berisi uraian singkat mengenai isi laporan)


2. Bagian Isi
Uraian singkat tentang bagian ini:
 * Bab I : Pendahuluan

  •  Latar belakang
  • Identifikasi masalah
  • Pembatasan masalah/ ruang lingkup penelitian
  • Rumusan masalah
  • Tujuan dan manfaatb
* Bab II    : Kajian pustaka

* Bab III    : Metode penelitian

* Bab IV   : Pembahasan

* Bab V    : Penutup

3. Bagian Penutup
  •  Daftar pustaka
  •  Daftar lampiran
  • Indeks atau daftar istilah

    Dalam pembuatan suatu laporan formal, bahasa yang digunakan haruslah bahasa yang baik, jelas dan teratur. Bahasa yang baik tidak berarti bahwa laporan itu mempergunakan gaya bahasa yang penuh hiasan, melainkan dari segi sintaksis bahasanya teratur, jelas memperlihatkan hubungan yang baik antara satu kata dengan kata yang lain dan antara satu kalimat dengan kalimat lain.

B. Laporan Informal
1. Laporan kunjungan, berisi:
  • Judul laporan
  • Tujuan
  •  Waktu pelaksanaan
  •  Hasil yang diperoleh

2. Laporan percobaan, berisi:
  • Judul percobaan.
  • Pelaksanaan (waktu dan tempat).
  • Urusan kerja 
  • Data yang diperoleh
  • Kesimpulan

3. Laporan diskusi, berisi:
  •  Topik
  •  Moderator
  •  Penyaji
  •  Jumlah peserta
  •  Masalah yang dibicarakan
  • Pemecahan masalah
  • Kesimpulan


Jenis-Jenis Karya Ilmiah

umum karya ilmiah di perguruan tinggi, menurut Arifin (2003), dibedakan menjadi:

  • Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. makalah menyajikan masalah dengan melalui proses berpikirdeduktif atau induktif.
  • Kertas kerja seperti halnya makalah, adalah juga karya tulis ilmiah yang menyajikan sesuatu berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Analisis dalam kertas kerja lebih mendalam daripada analisis dalam makalah.
  •  Penulisan Ilmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah yang telah dilakukannya.
  • Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain.Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta empiris-objektif, baik bedasarkan penelitian langsung (obsevasi lapangan, atau percobaan di laboratorium), juga diperlukan sumbangan material berupa temuan baru dalam segi tata kerja, dalil-dalil, atau hukum tertentu tentang salah satu aspek atau lebih dibidang spesialisasinya.  Skripsi untuk mahasiswa S1.
  • Tesis adalah karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri . Tesis untuk mahasiswa S2.
  • Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulisberdasarkan data dan fakta yang sahih (valid) dengan analisis yang terinci). Disertasi ini berisi suatu temuan penulis sendiri, yang berupa temuan orisinal. Jika temuan orisinal ini dapat dipertahankan oleh penulisnya dari sanggahan penguji, penulisnya berhak menyandang gelar doktor (S3).

sumber:



Rabu, 24 April 2013

Hakikat Karangan Ilmiah


Pengertian Hakikat Karangan Ilmiah

"Suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya atau keilmiahannya." (Eko Susilo, M. 1995:11)

Ciri-ciri Karangan Ilmiah :

  1. Struktur Sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan dapat terdiri dari beberapa sub bab. bagian penutup merupakan kesimpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut dari gagasan tersebut.

   2.  Komponen dan Substansi
Komponen Karya Ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. artikel karya ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.

   3.  Sikap Penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.

  4.  Penggunaan Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata atau istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.

Tahapan Penulisan Ilmiah
Bagian Awal 
  • Cover : Sampul penulisan ilmiah.
  • Lembar pengesahan : Lembar pengesahan proposal skripsi berisi tanda tangan dan nama lengkapbeserta gelar dari judul skripsi, pembuat, pembimbing dan penguji.
  • Abstrak : Ringkasan isi, ikhtisar, inti (skripsi, laporan dan sebagainya).
  • Daftar Isi : Lembar halaman yang menjadi petunjuk pokok isi buku beserta nomor halaman.
  • Daftar Tabel : Lembar halaman yang menjadi petunjuk isi penulisan ilmiah beserta nomor halaman tabel.
Bagian Pokok
BAB I : PENDAHULUAN
  • Latar Belakang : Berisi penjelasan yang berkaitan dengan fenomena atau alasan yang mendasari penulis memilih untuk meneliti tema yang ditulis.
  • Rumusan dan Batasan Masalah : Mengidentifikasikan, membatasi dan selanjutnya merumuskan masalah yang hendak diteliti.
  • Tujuan Penelitian : Berisi tujuan penelitian yang hendak dicapai.
  • Manfaat Penelitian : Berisi manfaat penelitian yang dapat diperoleh dari penelitian tersebut.
  • Metode Penelitian : Berisi tentang bagaimana secara ilmiah, penelitian akan dilakukan.
BAB II : LANDASAN TEORI
  • Kerangka Teori : Berisi pengertian dan pemahaman mengenai teori yang relevan dengan topik.
  • Kajian Penelitian Sejenis : Berisi kajian terhadap hasil-hasil penelitian sejenis yang memiliki kesamaan variabel.
  • Alat Analisi : Penjelasan rinci mengenai berbagai alat analisis deskriptif dan kuantitatif yang digunakan.
BAB III : METODE PENELITIAN 
  • Menjelaskan cara pengambilan dan pengolahan data dengan menggunakan alat-alat analisis yang ada.
BAB IV : PEMBAHASAN
  • Data dan Profil Objek Penelitian : Berisi data dan profil singkat objek penelitian.
  • Hasil Penelitian dan Analisis : Menyajikan data dan hasil penelitian.
  • Rangkuman Hasil Penelitian : Rangkuman hasil penelitian yang umumnya dapat disajikan dalam tabel ringkasan hasil.
BAB V : PENUTUP
  • Kesimpulan : Berisi jawaban dari masalah yang diajukan penulis dan diperoleh dari penelitian.
  • Saran : Ditunjukan kepada pihak-pihak terkait sehubungan dengan hasil penelitian.
Bagian Akhir
  •  Daftar Pustaka : Berisi daftar referensi yang digunakan dalam penulisan.
  • Daftar Simbol : Berisi deretan simbol-simbol yang digunakan dalam penulisan, lengkap dengan keterangannya.
  • Lampiran dan Penjelasan Tambahan : Dapat berupa uraian, gambar, perhitungan-perhitungan, grafik dan tabel. 
SUMBER :
  1.   Petunjuk Penulisan Ilmiah, Fakultas Ekonomi. Universitas Gunadarma.

Selasa, 19 Maret 2013

Penalaran Deduktif dan Penalaran Induktif

1 .Pengertian Penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indra (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. berdasarkan pengamatan sejenis yang akan berbentuk proposisi-proposisi yang sejenis,berdasarkan sejumlah proporsisi yang siketahui atau dianggap benar orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. proses inilah yang disebut menalar.

2. Pengertian Penalaran Deduktif dan Contoh Penulisan

Penalaran Deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum.
Contoh penulisan :
Masyarakat indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus)
dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup komsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial .

3. Pengertian Penalaran Induktif,Contoh penulisan dan Ciri-ciri

Penalaran Induktif adalah proses penalaran untuk mencari kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku umum berdasarkan fakta-fakta yang bersifat khusus,prosesnya di sebut induksi.
  • Contoh penulisan :
Langkah pertama yang dapat dilakukan untu mencegah demam berdarah adalah menguras bak mandi minimal seminggu  sekali (khusus).langkah berikutnya adalah dengan menutup tempat yang digunakan untuk menampung air (khusus).adapun langkah ketiga adalah dengan mengubur barang-barang yang mungkin jadi penampung air (khusus).dengan melakukan ketiga hal tersebut secara benar,diharapkan kita mampu mencegah dan memberantas demam berdarah (umum).
  • Ciri-ciri Penalaran Induktif :
a. Menyebutkan peristiwa " khusus "
b. Menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa khusus
c. Kesimpulan terdapat diakhir paragraf 
d. Menemukan kalimat utama,gagasan utama,kalimat penjelas kalimat utama
    paragraf induktif terletak diakhir paragraf
e. Gagasan utama terdapat pada kalimat utama
f.  kalimat penjelas teletak sebelum kalimat utama,yakni yang mengungkapkan
    peristiwa-peristiwa khusus
g. kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasan utama.

Sumber :  *  Akhaadiah, Subarti, dkk. Pembinaan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta :
                   Penerbit Erlangga . 1990
               *  http://www.pustakasekolah.com/
               *  http://id.wikipedia.org
               *  http://wartawarga.gunadarma.ac.id/
               *  http://timokomit.wordpress.com/2012/03/08/pengertian-penalaran- 
                   induktif-dan-deduktif/